Kamis, 09 April 2020

MATA KULIAH: SOSIOLOGI PENDIDIKAN


SOSIOLOGI PENDIDIKAN

SOAL
Bagaimana pendapat Anda apakah setuju bahwa sosiologi pendidikan itu memberikan solusi terhadap problem sosial. Disamping itu juga dikatakan bahwa sosiologi pendidikan mengkaji struktur, proses dan praktek-praktek pendidikan.

JAWABAN:
Saya setuju bahwa sosiologi pendidikan memberikan solusi terhadap problem sosial, saya deskripsikan beberapa alasannya dengan merujuk pendapat beberapa ahli sosiolog yang berkontribusi terhadap pendidikan. Sosiologi pendidikan dua kata yang integral dalam pengetahuan ilmiah ilmu pendidikan dan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan usaha-usaha pencapaian tujuan pendidikan secara universal (Subadi, Tjipto. 2009: 63).
Sosiologi pendidikan lahir dari pemikiran sosiolog sekitar abad ke-20. Kelahirannya sangat dibutuhkan oleh pakar pendidikan setelah melihat perubahan sosial yang sangat drastis terjadi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Eropa dan Amerika. Maunah Binti (2016:1-3) mendefinisikan sosiologi pendidikan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan (dari ilmu jiwa pendidikan) yang membahas proses interaksi sosial anak-anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan kondisi-kondisi sosial budaya yang terdapat di dalamnya masyarakat, bangsa dan negaranya. Sosiologi pendidikan merupakan ilmu yang mengkaji dan mempelajari seluruh komponen yang ada dalam pendidikan, baik aspek struktur, masalah-masalah pendidikan, dinamika pendidikan maupun aspek-aspek lain secara mendalam melalui pendekatan dan analisis sosiologis. Sosiologi pendidikan aspek-aspek sosiologi yang diterapkan pada masalah-masalah pendidikan yang fundamental (Maunah Binti, 2016: 3). Tidak berlebihan jika Maunah Binti dengan pendapatnya bahwa sosiologi pendidikan memegang peranan penting dalam mengamati perubahan sosial dilihat dari segi edukatif.
Menurut Nasution bahwa sosiologi pendidikan memiliki beberapa konsep tujuan diantaranya: Analisis proses sosialisasi, analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat, alat kemajuan dan perkembangan sosial, dasar untuk menentukan tujuan pendidikan, sosiologi terapan dan latihan bagi petugas pendidikan. Tujuan sosiologi pendidikan di Indonesia: 1).berusaha memahami peranan sosiologi dari kegiatan sekolah terhadap masyarakat. sekolah harus menjadi teladan didalam masyarakat sekitarnya; 2).Untuk memahami seberapa jauh membina kegiatan sosial peserta didiknya untuk mengembangkan kepribadiannya; 3).Untuk mengetahui pembinaan ideologi pancasila dan kebudayaan Nasonal Indonesia di lingkungan pendidikan dan pengajaran; 4). Untuk mengadakan integrasi kurikulum pendidikan masyarakat sekitarnya, agar pendidikan mempunyai kegunaan praktis di dalam masyarakat; 5).Untuk menyelidiki faktor-faktor kekuatan masyarakat; 6).Untuk memberi kontribusi positif terhadap perkembangan ilmu pendidikan (Maunah Binti, 2016: 18-19).
Dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan, sosiologi pendidikan menggunakan beberapa pendekatan, yakni: 1).Pendekatan individu; 2).Pendekatan sosial; 3).Pendekatan interaksi (Maunah Binti, 2016: 37). Selain itu, kontribusi spesifik dari sosiologi terhadap bidang pendidikan, kajian sosiologi tersebut tertuang dalam 3 pembahasan, diantaranya: 1) Para peserta didik, guru, supervisor, kepala sekolah dan pengawas, mereka berinteraksi selaku pemegang posisi di dalam suatu sistem sosial yang mempunyai tujuan kelembagaan dan terorganisasi, yaitu untuk mendidik para peserta didik; 2).Tinjauannya berangkat dari fakta, bahwa tugas pokok persekolahan (transaksi pendidikan) terutama berlangsung dalam sistem sosial yang relatif kecil, yaltu diruangan kelas; 3).Tinjauannya bertolak dari realitas dimana sistem persekolahan tidakpernah terlepas dari lingkungan luarnya seperti semua organisasi, ia dipengaruhi pula oleh berbagai kekuatan eksternalnya (Maunah Binti, 2016: 19)
Esensial dari pembangunan pendidikan  diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Sejalan dengan pendapat Somantri Manap bahwa misi utama pendidikan adalah mempersiapkan individu agar mampu beradaptasi dan menghadapi masa depannya. Pendidikan diharapkan dapat memprediksi masadepan berdasarkan ciri-ciri dan kecenderungan yang ada, yang diangkat berdasarkan fakta-fakta empiris yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari (Somantri Manap, 2014: 49). Sosiologi pendidikan sebagai solusi memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat (Prasetyo Bambang, 2016: 1.21). Manusia merupakan subjek pendidikan (Prasetyo Bambang, 2016: ix). Pelaksanaan pendidikan selama ini menjadi sumber masalah menurut Andrias dalam Prasetyo bambang (2016: 1.22) bahwa pendidikan hanya dipandang sebagai sebuah lulusan sekolahan saja. Pada akhirnya sarana pendidikan seperti sekolah hanya menjadi sebuah pabrik yang harus memenuhi target dalam menciptakan lulusan-lulusan yang sudah tercetak seperti yang diinginkan lembaga pembuatnya ...”
Fenomena sosial dari mulai kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, putus sekolah, Narkoba dan angka pengangguran yang berimplikasi pada kegagalan dari berbagai reformasi pendidikan, Hallinan Maureen dan Liu Ge dalam Ritzer George (2013: 607-608) bahwa fakta sederhana para pengambil kebijakan memandang sekolah sebagai kotak sulap (black box) atau wujud luarnya diketahui, namun mekanisme kerja dalamnya tak diketahui, yang didasarkan pada model sekolah input-output yang sudah usang. Para sosiolog pendidikan masih belum berhasil meyakinkan para pengambil kebijakan bahwa sekolah/dunia sekolah merupakan proyek yang jauh lebih kompleks daripada yang diasumsikan oleh model input-output. Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik, Teknologi dan Kesehatan memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam pembangunan Manusia.
Saya sangat setuju bahwa sosiologi pendidikan memberikan solusi terhadap problem sosial. Faktanya sosiologi pendidikan ilmu yang mengkaji tentang struktur, proses pendidikan dan praktek-praktek pendidikan.

Referensi
Maunah, Binti. 2016. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta: Media Akademi.
Prasetyo Bambang, Budiwati Yulia, Suandi Hertati. 2016. Sosiologi Pendidikan Edisi 2. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Ritzer George. 2013. The Wiley Blackwell Companion to Sociology Cetakan Pertama. Edisi dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Subadi, Tjipto. 2009. Sosiologi dan Sosiologi Pendidikan: Suatu kajian Boro dari Perspektif Sosiologis Fenomenologis Cetakan Pertama. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Soemantri, Manap. 2014. Perencanaan Pendidikan: Konsep Dasar Perencanaan, Analisis Posisi Sistem Pendidikan, Perencanaan Strategis Penuntasan Wajib Belajar dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar, Cetakan Pertama. Bogor: IPB Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar