SOSIOLOGI PENDIDIKAN
SOAL
Bagaimana
pendapat Anda apakah setuju bahwa sosiologi pendidikan itu memberikan solusi
terhadap problem sosial. Disamping itu juga dikatakan bahwa sosiologi
pendidikan mengkaji struktur, proses dan praktek-praktek pendidikan.
JAWABAN:
Saya
setuju bahwa sosiologi pendidikan memberikan solusi terhadap problem sosial,
saya deskripsikan beberapa alasannya dengan merujuk pendapat beberapa ahli
sosiolog yang berkontribusi terhadap pendidikan. Sosiologi pendidikan dua kata
yang integral dalam pengetahuan ilmiah ilmu pendidikan dan mengkaji hal-hal
yang berkaitan dengan usaha-usaha pencapaian tujuan pendidikan secara universal
(Subadi, Tjipto. 2009: 63).
Sosiologi
pendidikan lahir dari pemikiran sosiolog sekitar abad ke-20. Kelahirannya
sangat dibutuhkan oleh pakar pendidikan setelah melihat perubahan sosial yang
sangat drastis terjadi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Eropa dan
Amerika. Maunah Binti (2016:1-3) mendefinisikan sosiologi pendidikan adalah
suatu cabang ilmu pengetahuan (dari ilmu jiwa pendidikan) yang membahas proses
interaksi sosial anak-anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa
serta dengan kondisi-kondisi sosial budaya yang terdapat di dalamnya masyarakat,
bangsa dan negaranya. Sosiologi pendidikan merupakan ilmu yang mengkaji dan
mempelajari seluruh komponen yang ada dalam pendidikan, baik aspek struktur,
masalah-masalah pendidikan, dinamika pendidikan maupun aspek-aspek lain secara
mendalam melalui pendekatan dan analisis sosiologis. Sosiologi pendidikan
aspek-aspek sosiologi yang diterapkan pada masalah-masalah pendidikan yang
fundamental (Maunah Binti, 2016: 3). Tidak berlebihan jika Maunah Binti dengan
pendapatnya bahwa sosiologi pendidikan memegang peranan penting dalam mengamati
perubahan sosial dilihat dari segi edukatif.
Menurut
Nasution bahwa sosiologi pendidikan memiliki beberapa konsep tujuan
diantaranya: Analisis proses sosialisasi, analisis kedudukan pendidikan dalam
masyarakat, alat kemajuan dan perkembangan sosial, dasar untuk menentukan
tujuan pendidikan, sosiologi terapan dan latihan bagi petugas pendidikan. Tujuan
sosiologi pendidikan di Indonesia: 1).berusaha memahami peranan sosiologi dari
kegiatan sekolah terhadap masyarakat. sekolah harus menjadi teladan didalam
masyarakat sekitarnya; 2).Untuk memahami seberapa jauh membina kegiatan sosial
peserta didiknya untuk mengembangkan kepribadiannya; 3).Untuk mengetahui
pembinaan ideologi pancasila dan kebudayaan Nasonal Indonesia di lingkungan
pendidikan dan pengajaran; 4). Untuk mengadakan integrasi kurikulum pendidikan
masyarakat sekitarnya, agar pendidikan mempunyai kegunaan praktis di dalam
masyarakat; 5).Untuk menyelidiki faktor-faktor kekuatan masyarakat; 6).Untuk
memberi kontribusi positif terhadap perkembangan ilmu pendidikan (Maunah Binti,
2016: 18-19).
Dalam
upaya mewujudkan tujuan pendidikan, sosiologi pendidikan menggunakan beberapa
pendekatan, yakni: 1).Pendekatan individu; 2).Pendekatan sosial; 3).Pendekatan
interaksi (Maunah Binti, 2016: 37). Selain itu, kontribusi spesifik dari
sosiologi terhadap bidang pendidikan, kajian sosiologi tersebut tertuang dalam
3 pembahasan, diantaranya: 1) Para peserta didik, guru, supervisor, kepala
sekolah dan pengawas, mereka berinteraksi selaku pemegang posisi di dalam suatu
sistem sosial yang mempunyai tujuan kelembagaan dan terorganisasi, yaitu untuk
mendidik para peserta didik; 2).Tinjauannya berangkat dari fakta, bahwa tugas
pokok persekolahan (transaksi pendidikan) terutama berlangsung dalam sistem
sosial yang relatif kecil, yaltu diruangan kelas; 3).Tinjauannya bertolak dari
realitas dimana sistem persekolahan tidakpernah terlepas dari lingkungan
luarnya seperti semua organisasi, ia dipengaruhi pula oleh berbagai kekuatan
eksternalnya (Maunah Binti, 2016: 19)
Esensial
dari pembangunan pendidikan diarahkan
untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Sejalan dengan pendapat
Somantri Manap bahwa misi utama pendidikan adalah mempersiapkan individu agar
mampu beradaptasi dan menghadapi masa depannya. Pendidikan diharapkan dapat
memprediksi masadepan berdasarkan ciri-ciri dan kecenderungan yang ada, yang
diangkat berdasarkan fakta-fakta empiris yang terdapat dalam kehidupan
sehari-hari (Somantri Manap, 2014: 49). Sosiologi pendidikan sebagai solusi
memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat (Prasetyo Bambang,
2016: 1.21). Manusia merupakan subjek pendidikan (Prasetyo Bambang, 2016: ix). Pelaksanaan
pendidikan selama ini menjadi sumber masalah menurut Andrias dalam Prasetyo
bambang (2016: 1.22) bahwa pendidikan hanya dipandang sebagai sebuah lulusan sekolahan
saja. Pada akhirnya sarana pendidikan seperti sekolah hanya menjadi sebuah
pabrik yang harus memenuhi target dalam menciptakan lulusan-lulusan yang sudah
tercetak seperti yang diinginkan lembaga pembuatnya ...”
Fenomena
sosial dari mulai kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, putus sekolah, Narkoba
dan angka pengangguran yang berimplikasi pada kegagalan dari berbagai reformasi
pendidikan, Hallinan Maureen dan Liu Ge dalam Ritzer George (2013: 607-608)
bahwa fakta sederhana para pengambil kebijakan memandang sekolah sebagai kotak
sulap (black box) atau wujud luarnya
diketahui, namun mekanisme kerja dalamnya tak diketahui, yang didasarkan pada
model sekolah input-output yang sudah usang. Para sosiolog pendidikan masih
belum berhasil meyakinkan para pengambil kebijakan bahwa sekolah/dunia sekolah
merupakan proyek yang jauh lebih kompleks daripada yang diasumsikan oleh model
input-output. Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik, Teknologi dan
Kesehatan memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam pembangunan Manusia.
Saya
sangat setuju bahwa sosiologi pendidikan memberikan solusi terhadap problem
sosial. Faktanya sosiologi pendidikan ilmu yang mengkaji tentang struktur,
proses pendidikan dan praktek-praktek pendidikan.
Referensi
Maunah, Binti. 2016. Sosiologi
Pendidikan. Yogyakarta: Media Akademi.
Prasetyo
Bambang, Budiwati Yulia, Suandi Hertati. 2016. Sosiologi Pendidikan Edisi 2. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka.
Ritzer
George. 2013. The Wiley Blackwell
Companion to Sociology Cetakan Pertama. Edisi dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Subadi,
Tjipto. 2009. Sosiologi dan Sosiologi
Pendidikan: Suatu kajian Boro dari
Perspektif Sosiologis Fenomenologis Cetakan Pertama. Surakarta: Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
Soemantri,
Manap. 2014. Perencanaan Pendidikan:
Konsep Dasar Perencanaan, Analisis Posisi Sistem Pendidikan, Perencanaan
Strategis Penuntasan Wajib Belajar dan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar,
Cetakan Pertama. Bogor: IPB Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar